Jumat, 13 November 2009

PENGETAHUAN

Dokter Bio
Penyembuh Alam yang Rusak
Manusia kadang –kadang merusak alam. Misalnya, saat manusia ceroboh menggunakan zat beracun. Apa yang harus dilakukan jika alam tercemar zat beracun? Tenang….ada dokter Bio yang cantik dan hebat! Siapakh dokter Bio itu?
Bunga matahari dan algae adalah makhluk hidup. Makhluk hidup sering disebut sebagai makhluk Bio. Oleh karena itu, cara mengobatialam denagn makluk hidup disebut Bioremediasi.

KASUS 1
Alam dinergar Rusia pernah dicemari zat radioaktif. Zat radioaktif itu berasal dari pembangkit nuklir yang meledak. Wah, zat radioaktif menyebabkan penyakit kanker dan membunuh manusia. Tanah Rusia tidak boleh ditanami gandum dan kentang selama bertahun-tahun. Hiih…soalnya, gandum dan kentang yang ditanam jadi beracun.
Bagaimana Mengobatinya?
Datangkan Dokter Matahari! Itu lho, bunga matahari yagberwarna kuning. Wow, ternyata Dokter Matahari bukan hanya cantik. Ia juga giat menyerap racun radioaktif yang adadi tanah hanya dalam wakyu 10 hari. Akar, batang, daun, dan bunga Dokter Matahari jadi berisi racun. Namun, anehnya, Dokter Matahari tidak mengalami sakit meskipun kena zat beracun. Dokter Matahari lalu dipanen dan dibuang ke tempat khusus. Alam Rusia jadi sehat lagi. Wah, kerja Dokter Matahari cepat sekali, ya!

KASUS 2
Manusia kadang mengebor minyak bumi di tenagh lautan. Minyak bumi itu kadang tumpah ditengah lautan. Hmm, kapal pengangkut minyak juga sering tabrakan di laut. Aduh, minyak pun mencemari alut. Ikan dan burung jadi mati. Kasihan, ya.



Bagaimana Mengobatinya?
Tenang! Ada Dokter Algae (baca: Alga). Dokter Algae cukup ditebarkan ke laut yang ketumpahan minyak. Dokter Algae akan memakan minyak yang tumpah. Nyam…Nyam… Dokter Algae mengubah minyak menjadi oksigen. Wow, hebat!
Sst, bentuk Dokter Algae macam-macam. Ada yang super kecil seperti baktri. Ada juga yang besar, yaitu rumput laut. Dokter Algae buakn bakteri, karena ia dapat elakukan fotosintesa. Fotosintesa dalah proses kimia yang menghasilkan oksigen dan makanan. Namun, Dokter Algae juga bukan tumbuhan karena ia tidak punya akar dan daun. Hmm, aneh, ya! Tetapi yang penting Dokter Algae sangat hebat

Senin, 02 November 2009

KORUPSI

KORUPSI
Definisi Korupsi
….menurut asal kata
Korupsi berasal dari kata berbahasa latin , corruption. Kata ini sendiri punya kata kerja corrumpere yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik atau menyogok.
….menurut Transparancy International
Korupsi adalah perilaku pejabat publik, mau politikus atau pegawai negeri, yang secara ngak wajar dan nggak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengan dirinya, dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
….menurut hukum di Indonesia
Penjelasan gamblangnya ada dalam tiga belas pasal UU No.31 tahun 1999. UU No. Tahun 2001. Menurut UU itu, ada tiga puluh jenis tindakan yang bias dikatagoriin sebagai tindakan korupsi.
Tindakan-tindakan korupsi bisa dikelompokan menjadi:
1. Kerugian keuntungan Negara
2. Suap-menyuap (istilah lain: sogokan atau pelicin)
3. Pemerasan
4. Perbuatan curang
5. Benturan kepentingan dalam pengadaan
6. Gratifikasi (istilah lain: pemberian hadiah)
Gara-gara Korupsi
1.Penegakan hukum dan layanan masyarakat jadi amburadul
Lalu lintas kayaknya jadi contoh yang pas. Dari ngurus SIM sampai kasus tilang, nggak ada lagi yang berjalan semestinya. Ujung-ujungnya, uang dan kekuasaan lah yang bicara. Kalo nggak punya dua makhluk itu, jangan harap bias dapat layanan masyarakat yang oke atau keadilan di mata hukum.
2.Pembangunan fisik jadi terbengkalai
Suka bingung kenapa banyak jalanan rusak atau gedung sekolah reyot? Yup, lagi-lagi semua karena korupsi. Mulai dari mengorbankan kualitas bahan bangunan supaya uangnya bias ditilep, sampai bikin proyek yang sebenarnya nggak perlu. Intinya, sedikit banget pembangunan pembangunan fisik di Negara kita yang dijalanin dengan tujuan menghasilkan sesuatu yang kuat dan berguna buat masyarakat.

3.Prestasi jadi nggak berarti
Seharusnya, orang bias menduduki jabatan tertentu karena dia memang berprestasi dan kompeten. Tapi, kenyataan bisa lain: siapa aja bias menduduki posisi apa aja. Syaratnya? Ya itu tadi, punya uang atau kekuasaan. Hasilnya? Banyak banget posisis penting yang diduduki oleh orang yang nggak becus. Kita-kita lagi deh yang kena getahnya.
4.Demokrasi jadi nggak jalan
Pemilihan wakil daerah bisa jadi contoh yang menarik. Abis, repot-repot dipilih, sebagian tetep aja lebih mengutamakan kepentingan mereka yang punya uang ketimbang mereka yang memilih. Ngeliat situasi ini, jangan heran kalo rakyat bisa jadi ngak percaya sama demokrasi.
5.Ekonomi jadi hancur
Ada dua kata kuncinya: nggak efisien. Mau biki pabrik, musti nyogok sana sini. Mau buka usaha dengan modal kaecil, kalah sama perusahaan-perusahaan bermodal gede yang dekaet ama pemegang kekuasaan. Nggak heran orang asing mulai malas investasi di Indonesia. Buntut-buntunya, kita juga yang sengsara. Nyari kerja jadi susah, bertahan hidup apa lagi.

Minggu, 01 November 2009

Selamat datang diblogger Dien
Maaf klau bloggnya blum diisi.....
Mudah-mudahan Q bisa cepat-cepat mengisi blogg ini.(AMIEN)