KORUPSI
Definisi Korupsi
….menurut asal kata
Korupsi berasal dari kata berbahasa latin , corruption. Kata ini sendiri punya kata kerja corrumpere yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik atau menyogok.
….menurut Transparancy International
Korupsi adalah perilaku pejabat publik, mau politikus atau pegawai negeri, yang secara ngak wajar dan nggak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengan dirinya, dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
….menurut hukum di Indonesia
Penjelasan gamblangnya ada dalam tiga belas pasal UU No.31 tahun 1999. UU No. Tahun 2001. Menurut UU itu, ada tiga puluh jenis tindakan yang bias dikatagoriin sebagai tindakan korupsi.
Tindakan-tindakan korupsi bisa dikelompokan menjadi:
1. Kerugian keuntungan Negara
2. Suap-menyuap (istilah lain: sogokan atau pelicin)
3. Pemerasan
4. Perbuatan curang
5. Benturan kepentingan dalam pengadaan
6. Gratifikasi (istilah lain: pemberian hadiah)
Gara-gara Korupsi
1.Penegakan hukum dan layanan masyarakat jadi amburadul
Lalu lintas kayaknya jadi contoh yang pas. Dari ngurus SIM sampai kasus tilang, nggak ada lagi yang berjalan semestinya. Ujung-ujungnya, uang dan kekuasaan lah yang bicara. Kalo nggak punya dua makhluk itu, jangan harap bias dapat layanan masyarakat yang oke atau keadilan di mata hukum.
2.Pembangunan fisik jadi terbengkalai
Suka bingung kenapa banyak jalanan rusak atau gedung sekolah reyot? Yup, lagi-lagi semua karena korupsi. Mulai dari mengorbankan kualitas bahan bangunan supaya uangnya bias ditilep, sampai bikin proyek yang sebenarnya nggak perlu. Intinya, sedikit banget pembangunan pembangunan fisik di Negara kita yang dijalanin dengan tujuan menghasilkan sesuatu yang kuat dan berguna buat masyarakat.
3.Prestasi jadi nggak berarti
Seharusnya, orang bias menduduki jabatan tertentu karena dia memang berprestasi dan kompeten. Tapi, kenyataan bisa lain: siapa aja bias menduduki posisi apa aja. Syaratnya? Ya itu tadi, punya uang atau kekuasaan. Hasilnya? Banyak banget posisis penting yang diduduki oleh orang yang nggak becus. Kita-kita lagi deh yang kena getahnya.
4.Demokrasi jadi nggak jalan
Pemilihan wakil daerah bisa jadi contoh yang menarik. Abis, repot-repot dipilih, sebagian tetep aja lebih mengutamakan kepentingan mereka yang punya uang ketimbang mereka yang memilih. Ngeliat situasi ini, jangan heran kalo rakyat bisa jadi ngak percaya sama demokrasi.
5.Ekonomi jadi hancur
Ada dua kata kuncinya: nggak efisien. Mau biki pabrik, musti nyogok sana sini. Mau buka usaha dengan modal kaecil, kalah sama perusahaan-perusahaan bermodal gede yang dekaet ama pemegang kekuasaan. Nggak heran orang asing mulai malas investasi di Indonesia. Buntut-buntunya, kita juga yang sengsara. Nyari kerja jadi susah, bertahan hidup apa lagi.
Senin, 02 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar